KLASIFIKASI KUDA
Kuda termasuk
golongan hewan dalam filum Chordata yaitu hewan yang bertulang belakang,
kelas Mamalia yaitu hewan yang menyusui anaknya, ordo Perissodactyla yaitu
hewan berteracak tak-memamah biak, famili Equidae, dan spesies Equus
caballus. Keledai yang digunakan untuk persilangan dengan kuda sejati
hingga dihasilkan bagal (mule) merupakan spesies lain yaitu Equus asinus
(Soehardjono, 1990).
Seperti diduga,
bahwa pada mula pertama, kuda dimanfaatkan bukan sebagai hewan beban atau
hewan kesenangan. Suatu kawasan di Perancis bagian Selatan yang digali
oleh para petugas arkeologi telah menemukan tulang-tulang dan memperkirakan
adanya 100.000 ekor kuda yang terbenam di situ. Ini menimbulkan dugaan bahwa
manusia primitif pada waktu dulu telah memburu dan memanfaatkan kuda sebagai
sumber bahan makanan manusia. Periode selanjutnya, kuda itu diperah dan sampai
saat inipun hal itu masih dilakukan di beberapa bagian dunia. Kuda dapat
menghasilkan susu 15 sampai 20 liter sehari. Di beberapa bagian dunia, susu
kuda masih dihargai dan lebih disukai daripada susu sapi.
Pendapat yang
dikemukakan oleh Darwin (1859), bahwa kuda merupakan sebagai bukti fosil
terpenting teori evolusi tentang asal muasal kuda, dewasa ini dianggap sebagai
suatu teori ilmiah yang lebih kearah unsur keyakinan dan spekulasi para ahli
serta mitos belaka. Satu-satunya teori lain tentang asal muasal yang secara
logis berkaitan dengan hukum-hukum ilmu pengetahuan, fenomena alam dan
catatan-catatan geologis adalah konsep tentang ciptaan khusus. Teori ini
menyatakan bahwa semua bentuk kehidupan itu diciptakan oleh Tuhan dan dirancang
untuk berkembangbiak sesuai atau menurut jenisnya. Apabila dua ekor hewan dapat
kawin dan menghasilkan keturunan, maka kedua hewan itu tentunya adalah dari
jenis yang sama. Begitupun halnya dengan kuda, Equs caballus adalah
sejenis hewan yang berasal dari species tersendiri pada zamannya. Boyce
Rensberger (1980), dalam seorang evolusionis yang memberikan sambutan,
mengatakan bahwa skenario evolusi kuda tidak didukung oleh catatan fosil dan
tidak ditemukan proses evolusi yang menjelaskan evolusi kuda secara bertahap.
Seorang evolusionis yang juga penulis ilmu alam, Gordon R. Taylor, menjelaskan
kenyataan yang jarang diakui ini dalam bukunya “The Great Evolution Mystery”,
kelemahan paling serius dari Darwinisme adalah kegagalan para ahli paleontologi
menemukan filogeni atau silsilah organisme yang meyakinkan untuk
menunjukkan perubahan evolusi besar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar